Bramastana

Inspirasi Bisnis dan Traveling

Traveling

Njih, Jogja dan Traveling Pertamaku Dengan AirBnB [Bagian 1]

Malam itu aku seperti biasa aku bersama teman-teman ngopi sampai larut malam di kedai kopi daerah batu. Pada mulanya kami hanya ngobrol ngalor ngidul tentang kehidupan yang kami jalani masing-masing, ya ngopi ini kadang sebagai sarana temu kangen antar sahabat karena telah terpisah oleh pekerjaan dan kesibukan masing-masing. Sampai beberapa saat kemudian aku bercerita akan melakukan solo traveling ke jogja awal september nanti, aku bertanya tentang tempat-tempat yang menarik ketika aku nanti sudah di jogja. Berbagai saran aku dapatkan dan aku harus memilahnya karena aku disana nanti hanya beberapa hari.

Ketika pergi keluar kota, aku biasa menyewa penginapan di dari aplikasi Airy Room karena harganya yang tergolong murah, dapat peralatan mandi, serta camilan snack yang lumayan. Namun aku ingin merasakan hal lain, karena niatku kali ini untuk traveling bukan bisnis atau sedang ikut suatu kompetisi. Aku sering dengar tentang aplikasi AirBnB yaitu aplikasi yang memungkinkan anda untuk mendapatkan penginapan dengan sensasi berada dalam lingkungan orang-orang setempat.

Jadi gimana itu ? Jadi AirBnB ini adalah layanan untuk menemukan penginapan, dan penginapan tersebut berasal dari rumah-rumah penduduk asli setempat. Jadi misalkan anda punya rumah dan tinggal di jogja dan ada kamar kosong yang tidak terpakai anda bisa menyewakan kamar kosong tersebut di AirBnB. Jadi si penyewa akan merakan bagaimana suasana tinggal di perkampungan jogja, bukan oleh suasana hotel atau penginapan biasa (ala-ala backpacker gituu). AirBnB sendiri memiliki kepanjangan Air Bed and Breakfast, jadi anda nantinya juga mendapatkan fasilitas sarapan dari si penyedia kamar, dan tentunya sarapan khas daerah tersebut. namun kekurangannya ketika menyewa anda harus menggunakan mata uang dollar dan kartu kredit/debit yang support pembayaran luar negeri, tapi untungnya saya punya, hehe

Okey cukup cerita aplikasinya dan balik lagi ke travelingnya, hehe. Setelah saran dan macem-macem info aku sudah dapatkan, eh akhirnya ada temenku satu yang mau ikut katanya.

Ansol : Iki liburan adohku sing terakhir ndos, dadi menisan entek-entek an ga masalah

Aku : lha opo o ? kan sik akeh hari libur laine ?

Ansol : maringene niat nyelengi aku cek ono modal gawe rabi

Aku : Aseek, wkwkw

Faisal namanya, tapi biasa di panggil Ansol oleh teman-teman. Ya akhirnya aku iyain dong itung-itung bisa bagi dua uang penginapannya. Kami mulai booking pada bulan juli ( buset jauh amat berangkat september booking juli ? Ini biar niat dan jadi beneran berangkatnya) jika di bandingin di Airyroom eco, harga di AirBnB tidak jauh berbeda hanya selisih 10-30 ribu rupiah per malamnya, jadi ga masalah juga lah. Dan beruntungnya 1 minggu sebelum keberangkatan kami tanggal 7 september dollar naik sampai 14 ribu rupiah. Untung saja kami sudah booking jauh-jauh hari.

Kami berangkat dari batu jam 5 sore, sama-sama baru pulang kerja dari malang pulang ke batu, dan harus ke malang lagi untuk naik keretanya. Capek ? tentu hehe, laper juga. Tapi ya namanya liburan harus pikiran happy dulu. Kami naik kereta malioboro ekspres ekonomi dan memilih duduk di posisi pojokan. Aku fikir perjalanannya tidak akan melelahkan seperti ketika naik kereta ke jakarta, tetapi mungkin karena ini ketika pulang kerja, jadinya rasa capeknya kaya berangkat ke jakarta, ditambah lagi kami kesulitan untuk tidur dikereta.

Sekitar jam 3 pagi kami sampai di jogja, Masih gelap dan lumayan dingin. Kami langsung berjalan santai duduk-duduk di malioboro dan beberapa saat kemudian sholat shubuh di masjid daerah situ. Tampak bangku bangku kosong dan suasana sepi masih menyelimuti jalan itu. Bangku-bangku kosong ini serasa ingin mengajaku duduk berdua denganmu (bukan sama ansol njir). Enak banget suasana dimalioboro ketika pagi gini. Setelah kami duduk-duduk dan beristirahat tiba tiba seseorang datang dan menawarkan becaknya untuk mengantar kami ke penginapan, nada bicaranya halus banget khas orang-orang jogja, namun sayangnya aku kurang mengerti dan takut salah ketika menjawabnya (padahal aku juga orang jawa), jadi kuserahkan semua ke ansol, hehe.mulanya dia menawarkan 20rb kemudian lama kelamaan 10rb namun kami menolaknya karena pikirku kita bisa jalan-jalan dan lihat-lihat daerah sekitar nantinya. Kemudian seorang datang lagi memberikan kartu nama berisi kontak jika ingin menyewa motor di jogja, dan akhirnya aku simpan, jaga-jaga kalau tidak ada penyewaan motor lain lagi nanti.

subuh di malioboro

subuh di malioboro

Kami mengendalkan peta di aplikasi AirBnB tadi untuk menemukan penginapan. Ternyata lumayan jauh letak penginapannya, sedikit menyesal kami tidak mengiyakan ajakan pak tukang becak tadi. Berhenti sejenak dan menikmati hidangan soto dipinggir jalan sambil menunggu ponsel kami terisi oleh power bank. Soto disini kukira sama dengan soto lamongan, ternyata berbeda daging ayamnya tampak hanya sedikit bumbu tapi ketika dimakan enak juga dan tak kalah dengan soto lamongan langgananku di batu.

Setelah makan, kami berjalan lagi melanjutkan perjalanan menuju penginapan. Dan ketika sampai ke titik yang sama ternyata tempat tersebut tidak ada, hanya lahan tanah kosong yang ada disana. Kami tanya orang-orang sekitar situpun tidak ada yang tau nama penginapan kami. Akhirnya kami WA nomor pemilik penginapan tersebut dan kami coba lagi cari nama penginapannya di google maps dan ketemu. Jauh lebih akurat google maps dari pada petunjuk di AirBnB, aku menyesal mengikutinya. Dan akhirnya sampailah kami di penginapan, tanpa aba-aba kami langsung menuju kamar dan tidur hingga sore hari.

Cukup sekiran ya ceritanya, karena masih panjang jadi akan aku lanjutkan di bagian ke 2 nanti, dan tentu saja dikala aku senggang hehe

Leave A Comment