Bramastana

Inspirasi Bisnis dan Traveling

Inspirasi / IT & Gadget

2019 Berhasil Keluar Zona Nyaman

Tahun ini mungkin merupakan tahun yang paling banyak menghasilkan perubahan yang cukup signifikan dalam 5 tahun terakhirku. Bukan cuma soal dunia perkerjaan atau pemrogramanku, tapi juga ilmu untuk melewati fase kehidupan ini.

Diawal tahun, aku memang memutuskan buat ada yang berbeda buat tahun ini. Karena aku mulai merasa jenuh dengan berbagai rutinitas ini tiap harinya. Aku berfikir buat memulai usaha sendiri mungkin bisa membuat sesuatu yang berbeda dan juga dapat memenuhi jiwa kebebasan dalam diriku. Ditambah lagi mungkin ini waktunya jugaaku menerapkan ilmu-ilmu manajemen yang aku pelajari di kampus buat diterapkan didunia nyata, yaitu wirausaha.

Sebenarnya aku sudah memikirkan matang-matang mengenai validasi pasar, model bisnis, marketing plan, branding dan hal-hal lainnya. Aku sudah menyiapkan sebuah brand dan memesan desain logo dan template buat sosial medianya ke temanku, menyiapkan resep yang unik dan berbeda yang kebetulan aku ingin memulai bisnis makanan nih ceritanya, bahkan aku sudah menyiapkan kompor gas baru serta selang tabungnya. Semua kurasa sudah komplit tinggal cari both dan tempat berjualannya.

Namun justru yang terakhir ini yang bikin aku membatalkan rencanaku buat memulai. Dengan modal yang pas-pasan mencari tempat strategis buat berjualan bukanlan hal yang gampang. Aku mencoba mencari disosial media dan internet buat tempat-tempat berjualan namun terkadang terhalang untuk biayanya. Namun akhirnya ortuku menyarankan tempat di dekat rumah dan cukup strategis buat berjualan. Ditambah lagi yang punya merupakan kenalan ayahku.

Kemudian langsung aku cek lah tempatnya, dan kurasa ini tempat yang cukup menjanjikan. Namun ketika aku tanya apakah aku bisa buat menempati tempat kosong ini, beliau menjawab jika tempat itu kemungkinan bisa, namun harus menunggu orang baru yang akan menempati sebelahnya apakah masih cukup atau tidak. Baiklah aku tetap berusaha berfikir positif untuk menunggu satu bulan lagi buat tempat itu apakah bisa nantinya aku tempati.

Hari-hari mulai berganti namun belum ada jawaban dari si pemilik tempat itu. Sembari menunggu ada temanku Amirudin yang biasa disapa Tomcat share mengenai Glint Academy yang jika berhasil nantinya dapat bekerja dengan perusahaan-perusahaan startup Singapura. Kebetulan temanku itu dulu merupakan salah satu mentornya di batch sebelumnya, dan sekarang sudah bekerja di Jakarta. Di dunia pemrograman sendiri aku sudah merasa terlalu pasif dan kurang berkembang buat mengikuti tren pemrograman yang ada saat ini. Ditambah lagi aku sudah cukup nyaman dengan tempat kerjaku saat ini, hanya saja aku sudah cukup jenuh.

Setelah aku tanya dia mengenai biaya hidup di Batam dan kebutuhan-kebutuhan lainnya mengenai kegiatan ini, akhirnya aku memutuskan untuk mendaftar program ini, walau ada sedikit ketidak yakinan lagi karena bahasa Inggrisku juga ga jago-jago banget wkwkw

Di Glints Academy ini aku bertemu dengan teman dari berbagai background, bukan hanya IT saja. Dan menurutku dalam program ini yang hanya 3 bulan dapat menjadikan seseorang yang belum memiliki kemampuan IT menjadi seorang programer, itu sungguh luar biasa. Kalau kalian sedang kuliah atau SMK jurusan RPL dan masih belum bisa ngoding, kalian akan kalah bersaing bukan hanya oleh orang yang sejurusan dengan kalian, tetapi juga orang-orang yang berjuang keras di academy-academy seperti ini, so siapkan kopi dan terus belajar hehe.

Aku kembali mengambil bagian backend di academy ini, karena kurasa akan lebih mudah dari bagian lainnya yaitu frontend atau react native. Disamping itu karena aku juga masih butuh waktu untuk kuliahku serta kalau ada waktu luang biar aku bisa mengambil pekerjaan freelance agar tiadk sampai mengambil dana investasiku.

Gini Loh Suka Dukanya Kuliah Online dan Kenapa Saya Kuliah

Cukup berat karena jarak tempat tinggalku di batam (Rusun) ke Ruko tempat Academy yang cukup jauh, panas dan jalan kaki pula.

Ini mars atau batam sih, Tanahnya merah dan cuacanya panas menyengat

Setelah perjuangan cukup keras 3 bulan ini, Alhamdulillah sebelum graduations aku sudah diterima di perusahaan Startup Singapura Vouch.sg Tapi bukan berarti aku bekerja di Singapura yah wkkww. Aku tetap berada di Batam karena untuk bagian IT nya semua berada di NDP (Nongsa Digital Park). Buat yang belum tau NDP, NDP ini udah kaya Silicon Valey-nya Batam hahaha, karena banyak sekali perusahaan Singapura yang menaruh perkerja digitalnya disini. Jadi ga heran kalau kalian kesini dan liat berbagai muka-muka monitor seperti saya wkwkw

Akhir-akhir ini aku mulai akrab dengan Kota ini, walau tidak senyaman Malang. Disini aku bisa belajar lebih mandiri dan mengembangkan karir yang lebih luas nantinya. Dan yang paling kusuka impian yang kutulis tahun lalu benar-benar tercapai tahun ini hahaha, dan selanjutnya, semoga target ketika umur 25 nanti bisa tercapai. AAAAmmiiiiin

Leave A Comment