Bramastana

Inspirasi Bisnis dan Traveling

Film

[Review] Semua Orang Membuat Arthur (Joker) Kecewa

Joker sang musuh abadi batman ini memang tidak ada matinya buat dibahas. Bahkan sebelum perilisan filmnya, siapa tokoh yang pantas memerankan Joker pasti selalu dinantikan dan dibahas panjang lebar. Saya pribadi malah lebih suka karakter vilain ini dari pada di Batmannya hahahaha.

Hari ini Joaquin Phoenix membuat saya terkagum dan puas karena dia mampu membuat karakter Joker yang baru dan sangat-sangat “Dark” ceritanya. Lihat saja foto-foto ini, tanpa masker Jokerpun, ekspresi seorang psikopatnya sudah terlihat begitu menyeramkan bukan.

Memang sulit buat menandingi Joker versi Heath Ledger. Setiap tokoh yang akan memerankan Joker pasti selalu dibanding-bandingin dengan dia. Tetapi hari ini Joaquin dapat benar-benar sejajar dengan Ledger dalam memerankan Joker, pantas saja kemarin banyak sekali kritikus film yang memuji-muji film ini bahkan merekomendasikannya.

Joker versi Arthur terlahir di Gotham yang kacau dengan segala ketimpangan sosialnya. Joker tumbuh di lingkungan miskin dan ibunya yang sudah sakit-sakitan. Dia bercita-cita menjadi seorang komedian terkenal, namun yang selalu ia dapat adalah perasaan kecewa karena orang-orang justru terus menghianati dan menyakitinya. Ditambah lagi dia memiliki penyakit kejiwaan, dengan Mental Illness yang semakin parah, psikolognya sendiri bahkan bukannya berusaha mengobatinya tetapi hanya sebatas formalitas dan justru menambah berat beban kejiwaannya.

Joker juga tidak bisa menahan ketawanya yang membuat selalu dianggap aneh oleh orang-orang sekitarnya. Teman-teman ditempat kerjanya bahkan menghianatinya agar si Joker ini keluarkan karena banyak yang tidak suka dengan kelakuan anehnya.

Semua, semua orang menghianati dan menyakiti Arhur, warga kota gotham, rekan-rekan kerjanya, kekasihnya yang ternyata hanya delusi dari pikiran joker, Bahkan ibunya sendiri yang selalu ia rawat dengan kasih sayang ternyata dia mengidap delusi yang menganggap dirinya merupakan istri Thomas Wayne. Dimasa kecilnya juga Arthur disiksa hingga mengidap penyakit mental ini.

Joker
Joker

Yah, benar-benar seperti komedi yang gelap kehidupan Joker ini. Kian hari disuguhi rasa kecewa, dan justru kebahagiaan yang ia dapat berasal dari tindakan-tindakan negatif yang ia lakukan, seperti pembunuhan yang ia lakukan dapat memicu pergerakan dari kaum proletar kota tersebut untuk menimbutkan kekacauan di kota Gotham. Dan dari itu dia diakui oleh orang lain dan menginspirasi banyak orang.

Pada ending film si Joker berada dirumah sakit jiwa dengan tangan diborgol, dan kemudian keluar dengan kaki penuh darah. hahahahahahahaha

Ada dua asumsi dalam pikiranku setelah nonton flm ini, yang pertama si Joker sesuai alur film dari disakiti orang-orang, ibunya yang delusi, dan akhirnya dapat menggerakkan masa, atau dari awal sampai akhir film kita sebenarnya hanya berada di pikiran delusi orang gila bernama Arthur ini karena setelah scene Joker menjadi “Hero” dan diagung-agungkan orang-orang, tidak dijelaskan bagaimana si Joker malah masuk rumah sakit jiwa lagi ?

Jika anda pernah menonton film tendang delusi dan penyakit mental ini anda akan sangat menyukainya karena selalu ada plot twist yang sangat sulit ditebak diawal. Seperti pada film “Shutter Island” atau “Who Am I ?”. Dan barusan aku baru sadar ternyata film Who am I ini sepertinya mungkin menjadi referensi terbesar film Joker ini karena style badut dan delusinya cukup mirip.

who am i
Who am i

Dan apakah anda saat ini membaca artikel saya atau ini hanyalah artikel delusi dipikiran anda ? Hahahahahahaha

Leave A Comment