Bramastana

Inspirasi Bisnis dan Traveling

Inspirasi / Traveling

Dua Kota Yang Tak Pernah Mati [Bagian 1]

Sebenarnya sudah agak terlambat aku menulis ini, karena baru kutulis hampir 2 bulan setelah aku kesana. Tapi tak apalah dari pada tak ada cerita yang tersimpan dalam blogku ini.

Berdekatan dengan malam tahun baru 2019, Alhamdulillah aku diberi kesempatan untuk beribadah umroh ke Arab Saudi. Aku diajak bosku tempatku bekerja untuk bersama-sama kesana. Dan aku bersyukur bisa benar-benar kesana juga akhirnya.

Ini perjalanan penerbangan terjauh yang pernah aku alami saat ini. Karena biasanya aku hanya pernah terbang dari SBY-CGK saja. Pesawat kami berangkat dari CGK ke Changi dengan waktu penerbangan 1 jam, Kemudian dari Changi ke Jeddah dengan waktu sekitar 9-11 jam.

Di bandara Soekarno-Hatta parfum yang kubawa disita ketika pemeriksaan, padahal tuh parfum masih baru beli 🙁 aku tak tau kalau seketat ini ternyata jika penerbangan internasional. Dan ketika di Changi kembali ada lagi barang ku yang harus disita, yaitu paket Milo 4 karton yang harus disita. Aku juga menyesal kenapa tidak bilang kuminum saja milo-milo itu disitu dari pada diserahkan saja, yah namanya juga panik.

Bandara Changi sangat bersih, dan banyak fasilitas bahkan untuk para disabilitas sekalipun. Wifi gratisannya juga kencang sekali hehe. Banyak orang berlalu-lalang dari berbagai belahan dunia, dari yang tinggi-tinggi hingga pendek, dari yang hitam hingga yang pirang semua bercampur di bandara ini. Tak heran karena memang bandara ini adalah salah satu bandara tersibuk di dunia. Negeri yang dulunya penuh rawa-rawa kini telah menjadi satu-satunya negara maju di Asia Tenggara.

Nasi lemak
Nasi lemak

Kamipun akhirnya terbang menuju Arab, Ditenggah-tengah perjalanan dihidangkanlah nasi lemak khas Melayu. Ini pertama kalinya juga aku mencobanya. Untuk makanan asing ini cukup cocok untuk lidahku ternyata
Rasanya seperti rendang dan nasinya dari nasi kuning lengkap dengan bumbu-bumbu sambal yang tak kan pernah kucoba.

Pada dinihari kami sampai juga di Jeddah, rupanya bandara ini memang dikhususkan untuk jamaah haji dan umroh, tak banyak fasilitas WOW seperti saat kami berada di Changi kemarin. Kebersihan standart bahkan fasilitas toiletnya tergolong buruk. Setelah turun dari pesawat kami menuju tempat untuk pemeriksaan visa dan passport, antriannya cukup panjang karena memang rombongan umroh bukan cuma dari rombongan kami tapi juga dari rombongan kota lain dan negara lain, seperti malaysia dan negara lainnya.

Jalan di arab
Jalan di arab

Dari bandara menuju madinah, jalanan tampak begitu sepi, gersang dan jarang sekali ada rumah terlihat. Sebelumnya kukira kita sedang melewati jalan tol, eh ternyata suasana disini memang begini. Rumah-rumah kebanyakan berkelompok dan tak padat seperti di Indonesia, tanamanpun sedikit sekali, jika kalian pernah bermain PUBG didaerah gersang, yah seperti itulah suasananya, bahkan rumputnya juga kelihatan sama persih seperti yang ada dalam game 😀 mungkin kalian bisa tiarap di rumput itu dengan sniper kalian.

Untuk bagian satu ini maaf harus aku potong disini, karena dimadinah akan aku masukkan di bagian 2 serta makkah di bagian 3, InsyaAllah

Terimakasih sudah membaca 😀

Leave A Comment